Selasa, 04 Februari 2014

“Memaknai Surat Al Kautsar dan Mengimplementasikan Makna Tersebut dalam Kehidupan”


إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ١
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ٢
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ ٣

Artinya:
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang
banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah .
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.

Surah Al-Kausar (bahasa Arab: الكوثر) adalah surah ke-108 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat. Kata Al-Kausar sendiri berarti nikmat yang banyak dan diambil dari ayat pertama dari surah ini artinya karunia Allah SWT berupa telaga Al Kautsar bagi orang-orang penghuni surga. Pokok isi surah ini adalah perintah melaksanakan salat dan berkorban karena Allah memberikan banyak kenikmatan untuk untuk mereka yang beriman sedangkan para orang kafir pembenci Nabi SAW yang mengatakan keturunan Nabi terputus karena semua putranya wafat maka sesungguhnya merekalah yang terputus.
Hidup adalah anugerah yang begitu luar biasa dari Allah s.w.t, banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita, dari hal kecil berupa nafas, nikmat sehat, nikmat rizki hingga nikmat hidup, yang belum tentu semua orang memperolehnya. Dalam memaknai syukur kehadirat Allah akan rizki dan karunia yang diberikan kita dapat menafsirkan rasa syukur dari surat Al Kautsar. Allah menjelaskan bahwa Allah telah memberikan nikmat yang bgeitu banyak kepada manusia. Adakah manusia yang dapat menghitung betapa besar nikmat Allah ?, manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan sebuah nikmat.
Dari Ibnu ‘Abbas, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6436)

Banyak sekali dijelaskan dalam Al Quran dan As Sunnah, seperti hadist yang disampaikan diatas, dapat diambil kesimpulan dari Hadist Bukhari tersebut bahwa manusia tidak akan pernah puas dengan nikmat dari tuhannya. Kita kembali mengkaji surat Al Kautsar, dari pesan yang disampaikan surat Al Kautsar Allah memerintahkan agar manusia senantiasa bersyukur akan nikmat dan karunia Allah, Shalat dan Berkurban adalah salah satu dari wujud syukur kita kehadirat Allah akan nikmat, rizki dan karunia yang diberikan, shalat wajib 5 waktu dan alangkah lebih indah kalau kita mampu menambah shalat sunnah baik rawatib, dhuha, tahajud ataupun yang lain, dan yang kedua wujud syukurnya adalah berkurban, tidak semua orang mampu berkurban, kita punya teladan dalam hal pengorbanan, bagaimana anaknya ia kurbankan untuk mengikuti perintah Allah, ialah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail.
Qur’an Surat Ash-Shaffat : 102 – 107
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ [٣٧:١٠٢] فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ [٣٧:١٠٣]وَنَادَيْنَاهُ أَن يَا إِبْرَاهِيمُ [٣٧:١٠٤] قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ [٣٧:١٠٥] إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ [٣٧:١٠٦] وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ [٣٧:١٠٧]
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor
Sembelihan yang besar.
[Qur’an Surat Ash-Shoffat : 102 - 107].

Atas perintah Allah nabi Ibrahim mengurbankan anaknya untuk menjalankan perintah Allah, bagaimana dengan kita? mengorbankan uang saja seakan sulit. Bagi diri saya sendiri cara berkurban paling efektif adalah memberikan manfaat untuk orang lain atau orang sekitar, meski kita tidak punya harta yang banyak namun ketika kita mampu memberikan manfaat dari diri kita terhadap orang lain itu hal yang lebih, pengorbanan tenaga dan fikiran untuk orang lain lebih baik dari sekedar pengorbanan harta. Setidaknya berkurban dengan cara membagikan makanan kepada teman-teman di kampus, karena dengan shalat dank urban adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah s.w.t atas nikmat yang telah diberikan.

Ayat terakhir surat Al Kautsar menjelaskan bahwa orang yang membenci Nabi Muhammad s.a.w dialah orang yang terputus dari semua kebaikan, Nabi Muhammad adalah tauladan bagi umat Islam, belajar mensyukuri nikmat Allah dapat kita contoh dari perbuatan-perbuatan Rasulullah Muhammad s.a.w, dalam surat Al Kautsar kita diperintahkan untuk mencintai dan mencontoh Rasulullah Muhammad s.a.w, Jangan lah kita menjadi bagian dari orang yang diputus kebaikan darinya oleh Allah s.w.t, belajar dari Rasulullah untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah s.w.t.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar