Rabu, 14 Maret 2012

Aktivasi Semangat Seni dan Budaya untuk Indonesia Muda demi Menciptakan Generasi Bebas Korupsi


Korupsi memang menjadi permasalahan besar di Indonesia, baik dari kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas, semua berlomba untuk melakukan korupsi, tak heran jika penyelewengan uang dianggap hal biasa, aksi-aksi curang dalam sistem pemerintah dianggap lumrah, hal inilah yang membuat kacau Indonesia saat ini. Indonesia merupakan peringkat 4 Negara terkorup di Asia,
Indonesia juga diberitakan menduduki rangking 63 dalam failed state index atau indeks Negara gagal (korupsipedia), sangat mengecewakan sekali, kasus korupsi terbesar sebelumnya adalah pada masa presiden Soeharto, ketika itu sistem politik dan ekonomi di Indonesia sangat kacau, dan kembali ketika presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kasus korupsi kembali meningkat. Hal yang harus di garis bawahi adalah mengapa negeri kita yang kita cintai ini sangat suka melakukan korupsi ?, apakah karena hukum yang lemah, apakah karena kebiasaan sistem politik yang sudah ada dan ditiru ?, hal yang paling ditekankan di sini adalah karakter sesungguhnya Indonesia, kepribadian dan nilai-nilai yang kini mulai hilang, itulah hal yang paling penting yang perlu diperhatikan, Indonesia tidak hanya butuh kaum intelektual yang memiliki kapabilitas luar biasa, namun hal yang paling penting adalah kaum intelektual yang masih memiliki jiwa pancasila, pancasila yang merupakan ideologi bangsa Indonesia yang sudah ada sejak Indonesia belum merdeka, Pancasila merupakan cerminan rakyat Indonesia, Indonesia sudah mempancasilakan diri jauh sebelumnya.


Nilai-nilai Pancasila sudah mulai padam, banyak warga Indonesia yang tidak mengerti arti makna bahkan tidak hafal pancasila, dalam pemilihan bupati di salah satu daerah Sulawesi ketika ditanyakan pancasila hanya 1 dari 7 calon bupati yang bisa menyebut pancasila dengan lancar (sumber : akademi militer magelang,2012), ini mencerminkan kemerosotan karakter kepribadian bangsa, apa yang salah dari bangsa kita, coba kita bercermin, masih banyakkah dari kita yang masih memerhatikan keindahan seni dan budaya Indonesia?,  apakah sebanding jumlah pecinta seni dan budaya Indonesia dengan yang tidak suka seni dan budaya Indonesia ?, padahal dari balutan kelembutan dan keindahan seni dan budaya itulah Pancasila lahir sebagai ideologi Negara, seni dan budaya Indonesia itu terangkum dalam Pancasila, baik dari sisi Agama, Kemanusian, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Keindahan seni dan budaya Indonesia lah yang membuat Indonesia dipandang baik oleh asing, keramah-tamahan dan kesopanan Indonesia menjadi kepribadian Indonesia di mata asing, kasus korupsi di Indonesia membuat malu Indonesia di mata dunia, rusaknya generasi muda, mereka kehilangan jati diri dan arah, mudahnya mereka menangkap budaya asing sehingga melupakan keindahan budaya sendiri merupakan faktor-faktor membuminya korupsi di Indonesia, lalu bagaimana kita menyelesaikan atau paling tidak meminimalkan segudang kasus korupsi itu ? 


Nyawa Indonesia adalah keindahan seni dan budayanya, ketika Indonesia sedang sakit maka sedang sakit keduanya itu, ketika Indonesia sedang menangis sedih, maka ada sesuatu yang mengganjal keduanya, seni dan budaya yang sangat variatif ini membuat Indonesia kaya dan siap menjadi pemimpin dunia, Keragaman seni dan budaya Indonesia ini membuat Indonesia siap menjadi negara yang terbebas dari kasus korupsi, maka dari itu mari kita hidupkan kembali ruh-ruh semangat cinta seni dan budaya Indonesia itu, agar karakter Indonesia yang sesungguhnya kembali hidup, sehingga kasus korupsi perlahan hilang, Seseorang  yang sangat mencintai seni dan budaya Indonesia pasti sangat mencintai bangsa Indonesia, langka sekali seorang seniman dan budayawan Indonesia yang benar-benar cinta terhadap seni dan budaya Indonesia melakukan tindakan korupsi, benar-benar nyata dampak dari kecintaan seni dan budaya Indonesia terhadap kebaikan bangsa. Mari kita bangun Indonesia muda dengan semangat seni dan budaya, Indonesia muda merupakan pemimpin-pemimpin Indonesia mendatang, mereka masih labil dan belum tau mau kemana, mereka masih menghiasi hidup mereka dengan bermain dan bermain, ajak mereka memainkan seni, dan mencitai budaya negeri ini, buat mereka senang dengan seni dan budaya Indonesia, sehingga sedikit demi sedikit karakter kepribadian Indonesia mulai muncul dalam diri mereka, hidupkan kembali sasana warga dengan keindahan seni dan budaya, buat kelompok-kelompok kecil untuk berlatih seni tradisional Indonesia, kita latih Indonesia muda tangkas dalam memainkan seni, cinta terhadap budayanya, jujur dalam berkata, cerdas dalam bersikap, sehingga akan muncul calon-calon masyarakat madani yang membuat Indonesia mandiri dan bebas korupsi.

“Inspirasi karya Negarawan Muda untuk pulihkan Indonesia”

Indonesia adalah negara kaya sumber daya manusia, potensi besar sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia adalah anak mudanya, Berdasarkan Proyeksi BPS pada tahun 2013, Jumlah pemuda di Indonesia mencapai 62,6 juta jiwa, angka ini menunjukkan semangat optimisme masa depan Indonesia yang lebih baik, jika kita refleksikan dengan kutipan Presiden Soekarno, “Beri aku sepuluh Pemuda maka akan kugoncangkan dunia”, hari ini dengan 62,6 juta jiwa anak muda Indonesia, sudah sebesar apa goncangan dari negeri kita tercinta?


Hari ini dengan 62,6 juta jiwa anak mudanya, Indonesia masih menjadi negara dengan kasus korupsi yang cukup besar yaitu peringkat 114 dunia (Transparency International 2013), dengan 62,6 juta jiwa anak mudanya, Sekitar 70-80% Sumber Daya Alam Indonesia dikuasai oleh Asing (Pratikno, 2013), dan masih dengan 62,6 juta jiwa masih banyak masalah-masalah yang melanda negeri ini.


Ketika kita bicara anak muda, tentunya kita akan bicara tentang masa depan, kutipan menarik dari seorang Anies Baswedan “Anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu, anak muda menawarkan masa depan !”. Jelas masa depan bangsa ada ditangan pemuda, ketika generasi pemuda Indonesia bobrok, maka bobrok lah bangsa tercinta ini, ketika 62,5 juta anak muda negeri ini kacau maka kacau lah negeri ini kedepannya. Anak muda bak pisau bermata dua, ketika ia diasah untuk kebaikan maka kebaikan berlipat akan diperoleh, begitupun ketika ia diasah untuk kejahatan, maka kejahatan berlipat juga sudah barang tentu diperoleh.


Ketika kita bicara sejarah, tentunya mereka lah (pemuda) yang melukiskan tinta-tinta sejarah Indonesia bahkan dunia, mulai dari berdirinya boedi oetomo 20 mei 1908, sumpah pemuda 28 oktober 1928, Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, sampai Reformasi 21 Mei 1998 tak ada satupun terlewatkan peran seorang pemuda dalam melukiskan sejarah peradaban bangsa. Sejenak meninggalkan kisah masa lalu, kita bicara hari ini dan masa depan bangsa kita. Hari ini anak muda rentan dengan sebuah kegalauan, kegalauan-kegalauan ini membawa mereka kepada kesesatan, bisa jadi Narkoba, Pornografi dan Porno aksi, Diskotik dan dunia malam, dan lain sebagiannya. Belum lagi anak muda yang tersesat dalam lingkaran kenyamanan, mereka hanya kuliah, belajar semaksimal mungkin, tanpa tahu apa yang terjadi dilingkungan sekitarnya dan yang terjadi pada bangsanya, mereka pintar dan punya masa depan cerah bagi pribadi mereka, tapi belum tentu bagi bangsa Indonesia, bisa saja mereka yang akan menjual bangsa ini dan membuka lubang-lubang untuk asing agar menggerogoti kekayaan Indonesia. Sebuah kalimat penyemangat bagi kita anak muda agar mampu menjadi negarawan muda untuk pulihkan Indonesia, kalimat itu adalah Inspirasi Karya untuk Indonesia Tercinta !



Anak muda butuh sosok untuk ditiru, anak muda butuh role modelyang dekat dan mampu menginspirasi mereka. Role model dari anak muda untuk anak muda, Inspirasi dari anak muda untuk anak muda. Kita semua anak muda punya dua potensi besar ini, apa syarat agar kita bisa memiliki dua potensi tersebut ? jawabannya adalah karya, ketika kita mampu menghasilkan karya, publikasikan lah karya kita lewat media, karena dari media, Inspirasi akan dengan cepat menyebar. Zaman sekarang adalah zamannya sosial media, Indonesia menjadi negara terbanyak ke-4  dalam hal jumlah pengguna facebook (social bakers 2013), Tiap hari, 33 juta orang Indonesia buka facebook (Kompas, 2013), untuk twitter Indonesia menjadi negara ke-5 dalam hal jumlah penggunanya, itu baru media sosial facebook dan twitter, masih ada whatsapp, Line dsb. Sudah jelas media sosial lebih banyak dimanfaatkan oleh anak muda dan hal ini menjadi potensi besar untuk menyebarkan inspirasi kita. Hari ini kita mulai menyebarkan inspirasi yang kita punya, tuliskan dan lebih baik lagi jika didokumentasikan kegiatan-kegiatan positif yang kita lakukan, misal kita sedang lomba olimpiade matematika di Jakarta, Tulis atau dokumentasikan apa yang kita lakukan dan sebar lewat akun media sosial kita, hal ini spele namun dampak positifnya besar. Orang yang melihat tulisan atau dokumentasi dari kegiatan positif akan berfikir, karya apa yang aku buat ? apa kontribusi yang sudah aku lakukan, ekspektasi lebih rendahnya pembaca akan senang melihat tulisan atau dokumentasi positif yang kita bagikan. Mulai lah dari hal kecil tadi, semua kegiatan postif yang kita lakukan kita bagikan lewat akun media sosial kita, mungkin kita tidak tahu siapa yang melihat dan apa dampaknya nanti, tapi yakinlah perbuatan tadi adalah sebuah nilai kebaikan, nilai kebaikan yang memulihkan Indonesia ini, jika kita ikut ambil bagian menjadi kontributor dalam pemulihan Indonesia, sudah tentunya kita menjadi negarawan muda, negarawan muda yang menginspirasi lewat karya.



Karya kita akan menjadi inspirasi anak muda lain untuk berkarya, anak muda tersebut kemudian berkarya dan mengispirasi anak muda lainnya dan kemudian seterusnya, satu orang memulihkan tiga orang, tiga orang memulihkan 9 orang, seterusnya  berlanjut, maka cara ini adalah cara efektif untuk memulihkan Indonesia, sejatinya kita berbicara masa depan, maka kita harus pulihkan masa saat ini, ketika masa saat ini sudah pulih, masa depan yang lebih baik sudah ada di depan mata. Pulihkan mereka (anak muda) maka masa depan bangsa yang lebih baik didepan mata, Jadilah Negarawan Muda yang memulihkan Indonesia dengan cara anak muda pula, cara yang kreatif, simple dan populis namun tetap mengandung nilai-nilai idealis dalam hal membangun bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar