Minggu, 21 Januari 2018

Running to Vienna (?)


Sejak saat menjadi mahasiswa baru saya memang punya rencana untuk melanjutkan studi hingga S3, saya masih ingat dulu waktu belajar di perpus bersama teman2 Kimia D, sering berdiskusi tentang pelajaran dan rencana kedepan. Memang mereka-mereka yang pengen lanjut studi sekarang sudah berstatus mahasiswa S2, dan tersebar di beberapa negara, hebat juga mereka hehee

Sabtu, 13 Januari 2018

Presiden Alternatif


Pilpres 2014 memang menjadi pilpres fenomenal selama saya hidup sampai saat ini. Fanatisme antar pendukung menjadi salah satu sebabnya, Presiden Jokowi dengan pendukung setianya tentu siap membela dan mendukung, disisi lain Capres Prabowo juga masih menyisakan kenangan yang membuat pendukungnya tetap setia membela dan memperjuangkan beliau untuk maju kembali.

Highlight Riset CECC

Assalamualaykum wr.wb...



Pada kesempatan ini saya ingin mencoba mengenalkan produk riset dari lab. tempat saya belajar (CECC), CECC yang merupakan lab. kimia komputasi Chulalongkorn ini juga merupakan center riset di Chula. Tahun 2016 kemarin jumlah publikasi CECC adalah 20 paper sedangkan Tahun 2017 menurun menjadi 19 paper, 5 tahun kebelakang rerata publikasi yang dihasilkan kisaran 15-20 paper per tahun, menurut saya ini disebabkan adanya postdoctoral fellowship, sehingga para dosen bisa produktif mengajar kelas dan melakukan riset dengan bantuan peneliti postdoct.

Oh ya untuk departemen Kimia Chula sendiri tahun kemarin (kata teman saya yang postdoc) meraih penghargaan di Chula sebagai departemen terproduktif dalam hal publikasi riset (126 paper per tahun *CMIIW) bisa jadi ini karena didikung 11 unit riset yang cukup produktif di bidangnya.

Untuk CECC sendiri Artikel tersebut diterbitkan di beberapa jurnal terbitan ACS, Elsavier, RSC, Taylor & Francis, Wiley,  Springer dsb. Oh ya, kalau saya baca-baca disini untuk pertanggungjawaban dana risetnya harus dipublikasi di jurnal level Q1/Q2 dari scimagojr, maka dari itu memang mahasiswa dan dosen mempublikasikan hasil risetnya disana, apalagi penerima beasiswa juga memiliki kewajiban publikasi paper.

Jumat, 05 Januari 2018

Review Riset 2 : Struktur Molekul dan Elektronik dari Hg(II) Porfirin tersubstitusi



Hai guys, pada kesempatan ini aku pengen coba ngenalin publikasi dari tim riset AIC yang dikomandoi oleh Bro Hafiz sebagai penulis pertama dan dibimbing oleh Prof. Harno.

Kamis, 04 Januari 2018

Aktivis yang Khusnul Khotimah


(Gambar diunduh dari vebma.com)

Pagi menuju siang itu saya pergi ke lab. teman saya di sebuah gedung besar di lantai yang ke sekian belas, setelah selesai dengan urusan dengan teman ini, tak sengaja saya bertemu dengan salah satu senior mahasiswa Indonesia yang sekarang menjadi postdoctoral fellowship di salah satu kampus bergengsi Asia Tenggara.

Hallo Mas, Pie kabare ?
Apik-apik ki,
Wa sibuk ki, Jurnal terus
Ora bro, mbaca2 sik wae

Senin, 01 Januari 2018

Melanjutkan Program Pascasarjana Ilmu Kimia di Chulalongkorn, Kenapa Tidak ?

(Gedung Mahamakut, Gedunya Jurusan Kimia dan Fisika, lengkap dengan laboratoriumnya)


Setelah satu semester berlalu, pada postingan ini aku mau coba sedikit sharing tentang departemen Kimia Chulalongkorn University Thailand. Saat ini aku studi S2 disini dengan beasiswa dari Graduate School, Chulalongkorn University.

Visa Pendidikan di Thailand


(Kantor Imigrasi Thailand di Changwaetana)


Pada postingan ini, aku coba sedikit share tentang Visa Pendidikan di Thailand. Jadi ketika kamu mau melanjutkan studi di Thailand untuk visa sendiri kamu bisa memilih dua opsi
1. Membuat di Indonesia (Hanya beberapa kota seperti Jakarta, Bali dsb silahkan cek)
2. Membuat langsung di Imigrasi Bangkok (dengan catatan setiba di bangkok langsung dibuat dengan memaksimalkan visa bebas ASEAN <30 hari)

Nah, kalau di Indonesia kisarannya satu jutaaan, kalau urus di bangkok kisarannya 2000 Baht. Visa yang didapat dari proses itu hanya berlaku 90 hari dan kita harus memperpanjang lagi. Untuk memperpanjang kita butuh surat pengantar dari departemen, pasport dsb silahkan dicek di website imigrasi thailand. Setelah semua dokumen persyaratan lengkap kita dapat langsung ke Changwattana kantor Imigrasi bangkok untuk mengurus, dengan membayar kisaran 2000 Baht Visa kita diperpanjang setahun. Nah setelah diperpanjang setahun, tidak otomatis kita sudah bebas, kita masih ada wajib lapor 90 hari ke imigrasi, nah yang ini gratis ndak ada pungutan biaya, jadinya ya tinggal lapor aja tiap 90 hari sekali, baiknya jangan terlalu mendekati hari H, H-15 sudah baik. Nah Visa yang setahun kita dapatkan tadi bisa kita perpanjang lagi deh setahun lagi dengan biaya yang sama seperti tadi.

Oh iya kalau kita mau keluar Thailand kita harus bayar re-entry, tergantung berapa kali keluarnya, single (sekali) atau (multiple) beberapa kali, silahkan dicek harganya. Kalau ndak pakai re-entry Visa kita bisa hangus dan ngulang buat lagi dari awal kan ribet.

Begitulah sedikit sharing terkait urusan visa pendidikan di Thailand, silahkan cek dan ricek di website yang bersangkutan, tulisan ini hanya didasari dari pengalaman penulis.